Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Langkah Awal Menuju Nasional

Langkah Awal Menuju Nasional

AlKhoziny.com -Tepat pada Ahad (14/08/2017) sore Departemen Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar pelepasan kontingen Kab Sidoarjo untuk mewakili pagelaran seleksi Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) 2017 wilayah kerja Surabaya ( mojokerto. kab.Mojokerto. surabaya. sidoarjo dan Jombang ) yang di gelar di ponpes Al Amin soko, Mojokerto.

Sementara pada kesempatanitu, Lembaga Pesantren Al Khoziny mengutus lima santri untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut. 

Mereka adalah M Yusuf (kategori ulya kitab fathul muin), M Said Nabil Abdulloh ( Kategori wustho kitab tafsir jalalain), M Arif Billah (kategori wustho kitab fathul qoriib), Ahmad Asy'ari (kategori ila kitab safiantun najah) dan. khudoi Mauladani (kategori ula kotab aqidatul awam).

Acara yang digelar selama dua hari itu (14-15/08) berjalan meriah karena perwakilan dari tiap kota membawa santri dan santriwati terbaiknya dari pesantren pilihan. 

Lomba kali ini merupakan rangkaian menuju MQK Nasional 2017 yang akan di gelar di ponpes Jepara Jawa Tengah. Setiap yang terbaik tiap tingkatan akan di bawa ke tingkat provinsi dan yang lolos tingkat provinsi akan mewakili provinsi di tingkat nasional. MTQ tingkat provinsi nantinya akan di gelar di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto di pertengahan Oktober.

Alhamdulillah pada seleksi tersebut al khoziny berhasil meloloskan tiga dari lima wakilnya untuk Go To MQK Jatim 2017. Mereka adalah M Said Nabil Abdulloh( merupakan salah satu putra dari Dr KH Abdulloh Samsul Arifin atau familiar dengan sebutan gus Aab asal jember, alumni sekaligus tokoh NU yang terkenal di Nusantara) M Arif Billah ( salah satu Putra dari KH Qodhi, pengasuh ponpes Madzahibul Arba'ah Surabaya) dan m Asy'ari (salah satu putra dr KHR Abdus Salam Mujib) .

Mereka selanjutnya akan mewakili Sidoarjo untuk berlomba dengan perwakilan tiap kota lainnya di jawa timur. mereka akan beradu kelihaian membaca serta memahami kitab kuning di depan para dewan juri. 

Selain dari Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo sendiri diwakili oleh ponpes Mambaul Hikam Putat Tanggulangin dengan membawa 10 santriwan/wati , ponpes al Hidayah Ketegan dengan mengikut sertakan 11 santriwan/watinya dan ponpes al amin Krian dengan 12 santriwan/watinya.

(LP2A/Lupin)
Mereka yang mengatakan Maulid Nabi Bid'ah mungkin tidak pernah belajar mantiq (Malam maulidurrasul Muhammad SAW)