Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Hari Santri Bukan Sekedar Mencari Sensasi


AlKhozinyNws - Sejak 3 tahun terakhir, tanggal 22 Oktober tiba-tiba menjadi hari yang istimewa di masyarakat, khususnya kalangan santri. Setiap orang berbondong-bondong memperingati, merayakan dan mengisi hari itu dengan berbagai event “kesantrian”. Namun di balik semua itu, ada semangat juang yang benar-benar ingin ditunjukkan oleh kaum sarungan tersebut. Minggu (22/10) puncak perayaan tersebut dihadiri oleh berbagai pesantren dan lembaga islam yang tersebar di Jawa Timur.


Mereka terkumpul di GOR Delta Sidoarjo setelah terlebih dahulu melakukan long march Kirab Hari Santri Nasional dari Masjid Agung Sidoarjo. Acara yang diadakan oleh Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) itu berhasil memantik semangat ribuan santri untuk menunjukkan eksistensinya di negeri ini, tekad pengabdian pada NKRI dan tanggung jawab mengaji. 


Kurang lebih 99 ribu santri di bawah teriknya matahari mengikuti pengajian kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi Al Bantani yang dipimpin oleh para Masyayikh pesantren di Jawa Timur. Yaitu Kiyai Anwar Manshur (Lirboyo), Kyai Agoes Ali Masyhuri (Sidoarjo), Kiyai Sholeh Qosyim (Sepanjang), Kyai Ubaidillah Faqih (Langitan) dan pengasuh pondok pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, KHR. Abdus Salam Mujib.


Pengajian yang ditujukan untuk memecahkan rekor MURI tersebut ternyata lebih dari yang diperkiran sebelumnya yaitu 23 ribu santri. Al Khoziny pun ikut andil dalam pemecahan rekor tersebut, sekitar 600 santri diterjunkan. Meski terik matahari begitu menyengat, mereka begitu semangat berarak dengan berjalan kaki dari pesantren hingga lokasi sejak pukul 10:30 WIB.

Sementara Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menegaskan tantangan dan ancaman saat ini adalah kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa yang dirasa semakin berat. Potensi ancaman itu lebih banyak muncul dari dalam negeri sendiri. “Santri dan Pesantren harus tetap menjadi pengawal NKRI dan penguat paham kebangsaan yang berdasarkan keagamaan” tambahnya. Sekali lagi, dengan peringatan Hari Santri itu santri menegaskan eksistensinya bukan sekedar kaum sarungan yang hanya berdiam diri di pesantren, melainkan turut menjaga keutuhan NKRI. (ER/LP2A)

Post a Comment

0 Comments

Mereka yang mengatakan Maulid Nabi Bid'ah mungkin tidak pernah belajar mantiq (Malam maulidurrasul Muhammad SAW)