Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Al-Khoziny Lantik Pengurus LP2A


ALKHOZINY, LANTIK PENGURUS LP2A

Minggu (12/11) bertempat di gedung lantai III Lembaga Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo ada beberapa santri yang tengah melakukan beberapa kesibukan. Mereka menyibukkan diri dengan menghias ruangan tersebut. Mulai dari menyapu, memasang beberapa atribut ulangan tahun serta menyiapkan hidangan yang mungkin akan dihidangkan kepada tamu.

AlkhozinyNews,- Lembaga Pers Pesantren Al-Khoziny atau yang akrab disapa LP2A adalah sebuah wadah yang sengaja dibuat untuk memproduksi beberapa penulis. Kurangnya peminat para santri lah yang mengilhami lahirnya organisasi ini. 


Tepat pada Minggu (12/11) kemarin organisasi yang telah mengkiprahkan karyanya selama 2 tahun ini mengadakan acara pelantikan dan peresmian kantor baru.  Selain para anggota, acara juga turut dihadiri oleh tamu undangan lain, seperti ketua komplek, ketua organisasi, ketua umum lembaga pesantren juga Ust. Muhyiddin Kholiq, S.Pd.I. serta para asatidz.

“Kami memang sengaja mengundang beberapa tamu dari berbagai organisasi di pesantren juga para asatidz, tidak lain tujuan kami hanyalah ingin memberikan semangat kepada mereka agar turut andil dalam memproduksi karya tulis” Tutur Ismail Qosim sewaktu menyampaikan sambutannya.

“Dan semoga pula, setelah mengikuti acara ini para dewan asatidz mau menyalurkan himmah mereka untuk ikut serta mewarnai karya-karya tulis di pesantren ini” Imbuh pimpinan umum lembaga pers tersebut.


Menulis memang kegiatan yang membosankan. Namun, tanpa kita sadari dengan hal sederhana inilah kita bisa dikenal oleh siapapun. Bahkan pada saat ini tulisan bukan hanya menjadi sebuah karya, melainkan ia adalah media untuk berdakwah dari kalangan umat.

“Kita adalah pewaris ulama’. Namun, saat ini kita justru lemah dalam menyampaikan dakwah kita. Hingga banyak dari kalangan-kalangan luar sana yang mengambil alih media ini dan banyak pula orang yang terpengaruh. Untuk itu perlu kiranya bagi kita membentengi hal tersebut dengan belajar menulis agar kita bisa melindungi umat melalui tulisan”. Ujar Ustad Saiful Arifin saat menyampaikan sambutannya.

`Pembacaan puisi menjadi pelengkap pada acara tersebut. Pesarean adalah judul puisi yang kali ini disajikan. Dengan gaya khasnya santri yang biasa dipanggil Jengguk (red : madura) berhasil membuat tamu undangan terkesima.

Selain pembacaan puisi sebagai pelengkap acara ditutup dengan serangkai motivasi dari lora Muhyiddin Kholiq, S.Pd.


“Menulis bukanlah hal yang sulit. Kita bisa memulainya dengan merangkum dari pelajaran yang telah kita pelajari” Tutur beliau.

“Namun, merangkum disini bukan hanya kita mengganti dari bahasa arab menjadi bahasa indonesia. Melainkan kita tuangkan pemahaman dari apa yang kita paham menggunakan bahasa kita sekiranya kita paham begitu juga orang lain”. Imbuh penasehat lembaga pers pesantren.


Selain merangkum Lora Muhyiddin Kholiq juga memberikan imbuhan bahwa kita bisa memulainya dengan mendeskripsikan apa yang kita bayangkan. Dengan ini pula kita bisa lebih mengasah imajinasi kita agar menjadi seorang penulis yang baik. (Afala Ta’qilun/LP2A)

Post a Comment

0 Comments

Mereka yang mengatakan Maulid Nabi Bid'ah mungkin tidak pernah belajar mantiq (Malam maulidurrasul Muhammad SAW)