Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

TIPS MEMBERANTAS HOAX ALA GUS AAB


                                                             
AlkhozinyNews,- Hoax, kata ini tentu sudah tidak asing di telinga para pembaca. Dewasa ini banyak sekali penyebaran berita-berita yang diproduksi oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Minimnya budaya literasi yang berkembang di masyarakat, membuat mereka kurang melek dalam memahami dan meneliti kebenaran sebuah informasi. Akibatnya, mereka dengan serta-merta menyebarluaskan berita yang tidak diketahui asal usul kebenerannya. Hingga banyak kerugian yang dialami oleh korban yang diberitakan. Jika hal ini didiamkan, apakah kesatuan negara ini akan utuh?


Memandang kasus di atas, angota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Al-Khoziny (IAIA) mengadakan sebuah seminar (25/03). Bertempatkan di gedung kampus I, seminar yang bertemakan “Ijtihad Nahdlotul Ulama dalam Memberantas Hoax” itu bertujuan agar mahasiswa mengenal dan memahami apa itu hoax dan bagaimana cara menghadapinya. Pada seminar itu beliau, Dr. KH.Syamsul Arifin, M.H.I atau yang akrab disapa Gus Aab menyampaikan beberapa tips kepada seluruh peserta, agar mereka bisa menghindari dari yang namanya Hoax. Di antaranya:

Pertama, jangan merima atau menelan secara mentah-mentah berita yang belum jelas nama penulisnya, apalagi produsennya. Kedua, kita adakan sebuah penyuluhan terhadap orang-orang sekitar kita agar mereka tidak menyebarkan sebuah berita yang belum jelas kevalidannya.

Dari kedua tips ini beliau juga mengatakan hal yang tidak kalah penting agar kita tidak mudah terbawa arus berita itu. Yakni, meningkatkan budaya literasi. Literasi bukan hanya budaya membaca atau menulis saja. Menurut ketua Forum Kyai Muda NU itu, selain baca dan menulis literasi juga dapat diartikan sebagai sikap kritis terhadap segala hal. Baru kita mengelolahnya menjadi sebuah karya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.


Selebihnya lagi, beliau juga menyampaikan bahwa sepatutnya bagi kalangan intelektual seperti mahasiswa lebih-lebih santri, dalam menghadapi informasi hoax harus belajar kepada ilmuan hadits yaitu sahabat dan para ulama salaf dalam menerima kevalidan suatu hadits dengan berbagai kriteria penyaringan sehingga menghasilkan tingkat kebenaran hadits Rasulullah SAW. (IM/LP2A)

Post a Comment

0 Comments

SEPUTAR TASU'A DAN ASYURA